Mulutmu Adalah Harimaumu

Konselor Sebaya: AURA MERIA MAITASHA
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Syiah Kuala

Teman teman tau tidak istilah “mulut mu adalah harimau mu?” istilah ini sering sekali kita dengar, entah itu dari lingkungan keluarga ataupun lingkungan pertemanan, lingkaran yang terus berputar putar dikehidupan kita. Namun sebagian orang menyepelekan istilah tersebut dan masih menganggap istilah tersebut dari orang tua. yang iyaa gen Z sekarang menganggap mitos mitos atau omongan dari orang tua itu sangat tidak masuk akal di kepala. Namun tau tidak ini bukan sekedar mitos atau istilah yang bisa kita abaikan.

Mulutmu adalah harimaumu, istilah ini sekarang harusnya di pakai untuk anak anak muda sekarang yang kalau berbicara itu asal ngomong aja. Tanpa melihat sisi negatif dan positif untuk orang yang menerima omongan kita, ayo kita cek studi yang membahas kekuatan kata kata terhadap psikologi seseorang. ayo kita cek studi yang membahas Neuropsikologi Kata.

Menurut penelitian dari Andrew Newberg, otak kita bereaksi sangat cepat terhadap kata-kata negatif. Satu kalimat kasar saja sudah cukup untuk memicu hormon stres di otak orang yang mendengarnya. Jadi, ini bukan cuma soal ‘baper’ atau mitos orang tua, tapi emang ada penjelasan ilmiahnya kalau mulut kita bisa beneran ‘menerkam’ mental orang lain.

Ternyata, ucapan yang keluar dari mulut kita bukan Cuma angin lalu ya. Secara ilmiah, kata-kata yang menyakitkan bisa mengaktifkan bagian otak yang sama dengan saat kita merasakan sakit fisik. Jadi, istilah ”sakit hati” itu bukan sekedar kiasan, namun rasanya beneran nyata. Apalagi di era yang serba cepat sekarang, dengan adanya media sosial, jempol dan mulut kadang lebih cepat dari pada pergerakan otak. Kita lupa bahwa satu kalimat ”asal ngomong” bisa menghancurkan kepercayaan diri seseorang atau bahkan merusak hubungan yang sudah
dibangun bertahun-tahun.

Jadi mau kita sering dibilang gen Z mau nya ini lah itulah asal ngomong lah atau julukan lainnya, mindset ”asal ngomong” ini harus di kontrol. Mengontrol apa yang kita ucapkan bukan berarti kita jadi kolot yaa.. tapi itu adalah bentuk cerdas emosional. Sebelum bicara, coba deh tanya ke diri kita sendiri ”kira-kira kalau kalimat ini diucapkan ke aku, aku bakal sakit hati gak ya?”. Karena pada akhirnya, harimau itu bisa balik menerkam diri kita sendiri kalau enggak di jaga dengan benar, stay mindful with your words!

Tinggalkan Komentar