Konselor Sebaya : Khansa Khairatun Hisan
Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Syiah Kuala
Ada kalanya kita ingin semua hal beres secepatnya. Rasa hampa, rasa capek, serta tumpukan beban di dalam dada, semuanya ingin buru-buru kita hilangkan agar kita bisa kembali merasa “baik-baik saja”. Padahal, tidak semua perasaan harus dipaksa pergi dengan segera. Kadang-kadang, hal yang paling kita butuhkan justru adalah ruang untuk benar-benar merasakannya terlebih dahulu, tanpa harus terburu-buru mencari jalan keluar.
Kita bisa belajar dari pesan yang disampaikan oleh Tulus dalam salah satu lagunya. Ia mengingatkan bahwa tidak semua yang kosong itu harus segera diisi, dan tidak semua yang berat harus selesai hari ini juga. Ada proses di dunia ini yang memang membutuhkan waktu untuk berproses. Mengambil jeda bukan berarti kita lemah, melainkan sebuah tanda bahwa kita sedang jujur dan lembut pada diri sendiri.
Jadi, kalau hari ini langkahmu terasa begitu berat, tidak apa-apa untuk berhenti sejenak. Tidak apa-apa jika kamu belum langsung memiliki jawaban atas semua tanya. Masalah yang paling rumit sekalipun biasanya tidak akan selesai dengan cara tergesa-gesa. Semua itu akan terurai melalui langkah-langkah kecil yang konsisten, beriringan dengan hati yang mau diberikan waktu untuk pulih secara perlahan.

