Ketika Pikiran, Juga Membutuhkan Istirahat Ketika Pikiran,

Konselor Sebaya : Fadhil Firliansyah
Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Memasuki bulan April, pengalaman sebagai konselor sebaya kembali memberikan pembelajaran dan wawasan baru bagi saya. Pada bulan ini saya lebih banyak mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan konseling dan fenomena psikologis yang sering terjadi di lingkungan mahasiswa. Dari proses tersebut saya mulai menyadari bahwa kesehatan mental merupakan hal yang penting dan perlu mendapatkan perhatian yang sama seperti kesehatan fisik.

Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah fenomena burnout akademik yang cukup sering dialami mahasiswa. Tuntutan tugas kuliah, kegiatan organisasi, tanggung jawab pribadi, serta berbagai ekspektasi yang dimiliki terkadang membuat seseorang merasa lelah secara fisik maupun emosional. Sebelumnya saya menganggap kelelahan hanya terjadi karena terlalu banyak aktivitas, tetapi setelah mempelajarinya lebih jauh saya mulai memahami bahwa kelelahan mental juga dapat memengaruhi semangat, konsentrasi, bahkan motivasi seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain burnout, saya juga mempelajari fenomena overthinking yang sering dialami oleh mahasiswa. Banyak orang terkadang terlalu memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, seperti rasa takut gagal, khawatir terhadap masa depan, atau merasa cemas terhadap penilaian orang lain. Saya menyadari bahwa fenomena ini cukup dekat dengan kehidupan mahasiswa karena sering kali seseorang menuntut dirinya untuk selalu mencapai hasil yang sempurna. Dari pembelajaran tersebut saya memahami bahwa penting untuk belajar mengelola pikiran dan emosi agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada diri sendiri.

Pengalaman pada bulan April ini membuat saya melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Saya menyadari bahwa terkadang saya juga pernah mengalami rasa lelah, cemas, atau terlalu memikirkan sesuatu secara berlebihan. Dari situ saya belajar bahwa setiap orang memiliki tantangan masing-masing dan tidak ada salahnya untuk meminta bantuan atau berbagi cerita kepada orang lain ketika merasa kesulitan. Saya berharap pengalaman dan pengetahuan yang saya dapatkan selama bulan ini dapat menjadi bekal bagi saya untuk terus berkembang menjadi konselor sebaya yang lebih baik serta menjadi pribadi yang lebih peka terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Tinggalkan Komentar