Konselor Sebaya : Khansa Khairatun Hisan
Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Syiah Kuala
Sadar nggak, sih? Kadang kita tetap di suatu tempat bukan karena tempat itu cocok buat kita, tapi hanya karena kita sudah terbiasa sama kondisinya. Kita udah hafal polanya, sudah paham bagaimana cara berpura-pura “baik” di sana, sampai akhirnya kita jadi berpikir: “Oh, aku aman di sini”.
Padahal, nyaman dan sehat itu dua hal yang sangat berbeda. Sayangnya, kita sering baru sadar terlambat bahwa tempat yang kita anggap sebagai “rumah” sebenarnya perlahan-lahan merusak diri kita dari dalam.
Lingkungan yang buruk itu tidak selalu diisi dengan teriakan atau peristiwa heboh, lho. Kadang dia datangnya diem-diem banget. Melalui circle yang membuat kita merasa “gini-gini aja gapapa deh”, melalui kebiasaan yang menghentikan kita berkembang, atau melalui hubungan yang membuat kita merasa rendah dan tidak berharga. Karena sudah terlalu lama di sana, kita jadi menganggap kondisi itu sebagai hal yang biasa. Padahal? Itu hanya zona nyaman yang salah kita anggap aman.
Berani keluar dari situ memang tidak mudah. Pasti ada perasaan takut kehilangan, takut sendirian, atau takut tidak punya tempat lain untuk pulang. Tapi, bertahan di tempat yang salah cuma karena takut berubah itu sama aja kayak kita milih buat kehilangan diri sendiri secara perlahan, demi rasa aman yang semu.
Kamu berhak hidup di lingkungan yang membuatmu berkembang, bukan lingkungan yang terus-menerus membuatmu harus bertahan agar tetap sehat. Kalau merasa susah banget untuk melangkah keluar, ingat saja bahwa kamu nggak harus melakukannya sendirian. Tidak apa-apa jika Langkah pertamamu adalah mencari tempat untuk bercerita dan meminta bantuan. Dan kalau saat ini kamu bingung mencari tempat untuk bercerita, PPKPT bisa jadi salah satu tempat yang kamu tuju. kami selalu di sini, siap dengerin dan bantu kamu.

