Bangun Budaya Peduli di Kampus, PPKPT USK Tingkatkan Kapasitas Konselor Sebaya
Banda Aceh – Unit Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan Konselor Sebaya sebagai upaya meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kesejahteraan sesama serta memperkuat peran mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan dukungan kepada teman sebaya, khususnya ketika menghadapi persoalan pribadi, sosial, maupun situasi yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan komunikasi empatik, mendengarkan secara aktif, membangun kepercayaan, serta merespons cerita dan permasalahan teman dengan sikap yang suportif dan tidak menghakimi. Keterampilan tersebut penting agar mahasiswa dapat menjadi sumber dukungan awal bagi teman sebaya yang membutuhkan ruang aman untuk bercerita.
Selain meningkatkan keterampilan interpersonal, pelatihan ini juga menekankan pentingnya memahami batasan peran Konselor Sebaya. Mahasiswa dibekali pemahaman bahwa dukungan sebaya bukanlah pengganti layanan konseling profesional. Oleh karena itu, ketika menghadapi permasalahan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, Konselor Sebaya perlu mengarahkan mahasiswa yang bersangkutan kepada tenaga profesional atau unit layanan yang berwenang.
Aspek kerahasiaan, penghormatan terhadap privasi, serta kepekaan terhadap kondisi individu juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan peran Konselor Sebaya. Dalam situasi yang berkaitan dengan dugaan kekerasan, mahasiswa perlu memahami mekanisme pelaporan dan rujukan yang tersedia, tanpa mengambil alih proses pemeriksaan atau penanganan kasus.

Unit PPKPT USK berharap pelatihan ini dapat mendorong tumbuhnya budaya saling peduli di lingkungan kampus. Mahasiswa tidak hanya diharapkan memiliki kepekaan terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya, tetapi juga mampu mengambil langkah yang tepat ketika menemukan teman yang membutuhkan dukungan.
Melalui penguatan peran Konselor Sebaya, PPKPT USK terus mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam upaya pencegahan kekerasan dan pembangunan lingkungan perguruan tinggi yang aman, inklusif, serta berorientasi pada kesejahteraan seluruh sivitas akademika.
Kepedulian dimulai dari kesediaan untuk mendengarkan, memahami, dan membantu menghubungkan sesama dengan dukungan yang tepat.










































